Cerita sex ibu dan anak hot xxxjox hindi

28-Jan-2019 18:27

Makanya aku langsung memasukkan kontolku ke vagina Mama yang sudah basah.Walaupun vagina Mama basah tapi kontolku ynag besar tidak dapat masuk.Sebelum aku lupa aku bernama Yoyo(nama samaran) umur 16, aku tinggal bersama kedua orang tuaku. Kenapa umur kedua orang tuaku berbeda jauh, karena Mama saat umur 12 tahun hamil karena diperkosa oleh tetangganya waktu di desa Mama dan yang menolong penderitaan Mama adalah Papa yang berumur 30 tahun tapi belum menikah.Kata paman Mama sudah manis dan cantik (macan) waktu kecil.Tubuhnya tampak meliuk-liuk seperti orang yang sedang keenakan. Sambil melenguh-lenguh kecil ia berkata, “Ayo sini…sayang…Iwan…Deni…pegang dada ibu….shh” Haa…aku terkejut mendengar namaku dan adikku disebut-sebut…apakah ibu sedang membayangkan kami berdua? “Masukin lebih dalam donk lidahnya, Iwan…gak usah malu…sama ibu sendiri…” “Mmmh…sshh…” Aku menelan ludah, mendegar kata-kata vulgar ibuku dan melihat gerakan tangannya yang intens di antara pangkal paha itu. “Iwan..nak…mmh…ahh…kamu…aduh..ini…,” suara ibu terdengar gugup. Ibu melebarkan kakinya mempertontonkan kemaluannya, memberikan ijin kepadaku untuk menyentuhnya. Ibu meremas-remas tanganku menahan nikmat saat aku memasturbasi dirinya. ” “Gak mungkinlah, Wan….lagipula kamu masih kecil waktu itu…” “Kalau ibu bilang, pasti Iwan dah bantu ibu…gak peduli Iwan masih kecil…” “Memang apa yang akan kamu perbuat untuk ibu…” “Jilat kemaluan ibu dari bawah gamis ibu…” “Owwhh shh… “Shhh…ahh…bu Iwan dah mau keluar…dicabut aja….” Tapi ibu tidak menggubrisku. Ibu berdiiri dan bergegas ke kamar mandi untuk membuang sperma di mulutnya. Kusambut undangannya dengan jemariku mendarat di bibir vagina yang sudah sedikit basah. terus…” “Masukin burung IWan ke mulut ibu…” “Oh yes…Iwann…apa lagi…” “Jilat-jilat dada ibu…” “OOhhh yess…Iwan…kalau tahu begitu, pasti ibu dan bilang dari dulu…Oukhh… Ia terus menaik turunkan kepalanya dan semakin cepat…

Mama pun seperti cacing kepanasan menggoyangkan pantatnya tidak beraturan yang membuat kontolku akhirnya masuk seluruhnya ke vagina Mama."Akkhh..

Setelah pekerjaanku rampung dan menyimpannya di flash disk, aku bergegas keluar kamar untuk segera berangkat. ” “Tadi ada yang ketinggalan, bu…” Ibu menutupi mukanya dan bagian kewanitaannya dengan tangannya karena malu… ” “Dari tadi bu…” “Ya sudah..pergi sana…mau berangkat lagi kan…” Aku hanya diam. “Oohh…” Aku mengernyitkan dahi, menikmati perbuatan ibu. ” “Mmh…shh…gak enak, bu..” “Gak enak kok mendesah-desah gitu…” Kupandang wajah ibuku yang tertutup cadar. “OOOhh….nakk….ayo…lakukan…” Aku pun memompa lubang ibuku. Batangku keluar masuk di lubang tempat dulu aku keluar. Kuputar-putar pantatku, kadang kusodok kencang lalu kutarik perlahan dari vagina ibu.

Saat aku hendak melewati ruang tamu, aku lihat ibu sedang duduk di bangku single sofa. Entah apa yang ada dipikiranku saat itu, aku malah memegang punggung tangan ibu yang menutupi kemaluannya dan menggerak-gerakkannya….darahku langsung berdesir. “Yang enak itu begini, bu…” Kubuka ikat pinggangku, lalu kancing dan resleting. “Nak…kita sudah tanggung sampai sini….setubuhi ibu ya…..” Ahhh…OMG…baru mau aku sudahi, malah diajak yang lebih lagi…apakah aku akan melakukannya…? Meskipun ibu sudah berusia 40 tahun, tapi kemaluannya masih terasa sempit. “ssh…ahh.pintar nakk….” Lalu kami berganti posisi, aku duduk di sofa dan ibu ada di atasku. “Terus nak remas dada ibu….ahh…shh…” “Ibu cantik deh….

Mama masih mengatur napas karena habis orgasme, tapi aku nekat dengan mencium mulut Mama dan memasukkan lidah ku ke dalam mulut Mama.

Ternyata Mama membalas kulumanku dan memainkan lidah Mama dengan lidah aku, lama sekali kami saling menghisap dan mengulum. Tanganku meremas buah dada Mama, memilin puting Mama yang menyebabakan Mama mendesis. Aku tidak berani membuat Mama melakukan oral kepadaku karena takut Mama tahu aku berbuat mesum padanya.

Mama pun seperti cacing kepanasan menggoyangkan pantatnya tidak beraturan yang membuat kontolku akhirnya masuk seluruhnya ke vagina Mama."Akkhh..

Setelah pekerjaanku rampung dan menyimpannya di flash disk, aku bergegas keluar kamar untuk segera berangkat. ” “Tadi ada yang ketinggalan, bu…” Ibu menutupi mukanya dan bagian kewanitaannya dengan tangannya karena malu… ” “Dari tadi bu…” “Ya sudah..pergi sana…mau berangkat lagi kan…” Aku hanya diam. “Oohh…” Aku mengernyitkan dahi, menikmati perbuatan ibu. ” “Mmh…shh…gak enak, bu..” “Gak enak kok mendesah-desah gitu…” Kupandang wajah ibuku yang tertutup cadar. “OOOhh….nakk….ayo…lakukan…” Aku pun memompa lubang ibuku. Batangku keluar masuk di lubang tempat dulu aku keluar. Kuputar-putar pantatku, kadang kusodok kencang lalu kutarik perlahan dari vagina ibu.

Saat aku hendak melewati ruang tamu, aku lihat ibu sedang duduk di bangku single sofa. Entah apa yang ada dipikiranku saat itu, aku malah memegang punggung tangan ibu yang menutupi kemaluannya dan menggerak-gerakkannya….darahku langsung berdesir. “Yang enak itu begini, bu…” Kubuka ikat pinggangku, lalu kancing dan resleting. “Nak…kita sudah tanggung sampai sini….setubuhi ibu ya…..” Ahhh…OMG…baru mau aku sudahi, malah diajak yang lebih lagi…apakah aku akan melakukannya…? Meskipun ibu sudah berusia 40 tahun, tapi kemaluannya masih terasa sempit. “ssh…ahh.pintar nakk….” Lalu kami berganti posisi, aku duduk di sofa dan ibu ada di atasku. “Terus nak remas dada ibu….ahh…shh…” “Ibu cantik deh….

Mama masih mengatur napas karena habis orgasme, tapi aku nekat dengan mencium mulut Mama dan memasukkan lidah ku ke dalam mulut Mama.

Ternyata Mama membalas kulumanku dan memainkan lidah Mama dengan lidah aku, lama sekali kami saling menghisap dan mengulum. Tanganku meremas buah dada Mama, memilin puting Mama yang menyebabakan Mama mendesis. Aku tidak berani membuat Mama melakukan oral kepadaku karena takut Mama tahu aku berbuat mesum padanya.

Mama merenggangkan kedua pahanya untuk memudahkan aku menggerakkan kontolku. Kulihat Mama sangat lelah dengan keringat yang bercucuran, ku bisikkan ke telinga Mama."Yo Mama ikut berenang donk" kata Mama yang begitu aku berbalik melihat Mama sudah memakai bikini untuk berenang, dan aku yakin bahwa Mama tidak memakai apa-apa selain bikini itu. Aku lalu menaikkan tubuh Mama ke pinggir kolam lalu membuka bikini yang melindungi vaginanya.